[WAWANCARA] Feng shui penting untuk bisnis di Asia: Pimpinan CEO Suite

Aug 30, 2016

 [THE INVESTOR]  Feng shui mungkin dianggap sekadar takhayul di tengah masyarakat modern yang sangat maju, tetapi Kim Mee, pendiri dan presiden CEO SUITE, percaya bahwa memilih tempat terbaik dengan seni kuno ini adalah langkah pertama menuju bisnis yang sukses di Asia.

Itulah sebabnya perusahaan membutuhkan lebih dari lima tahun untuk membuka lokasi keduanya di Seoul, ujarnya dalam wawancara dengan The Investor di kantornya di pusat kota Seoul awal bulan ini.

Kim Mee, the president of CEO Suite
Kim Mee, presiden CEO SUITE

“Saya percaya feng shui memberi Anda dukungan energi yang dibutuhkan untuk menarik kekayaan dan keberuntungan. Itu adalah salah satu faktor penentu dalam proses pemilihan lokasi,” kata Kim.

CEO SUITE menyewakan kantor berlayanan lengkap, dengan sebagian besar kliennya adalah perusahaan multinasional yang ingin masuk ke negara-negara Asia. Namun, tidak seperti para pesaingnya, perusahaan ini juga menyediakan berbagai layanan administratif sesuai kebutuhan.

“Kami mampu bertahan di red ocean karena kami fokus menawarkan layanan yang memenuhi kebutuhan klien, tidak seperti para pesaing kami yang hanya menyewakan ruang,” kata Kim, yang memiliki pengalaman 28 tahun di industri kantor berlayanan.

“Sementara kami menggarap positioning pasar kami yang unik, pelaku industri lainnya dijual kepada investor seperti perusahaan ekuitas swasta,” ujarnya.

axaconferenceroom

 

Kim pertama kali meluncurkan bisnisnya di Indonesia pada tahun 1997. Dengan lokasi terbarunya di Seoul, yaitu di Parnas Tower di Gangnam yang akan dibuka pada bulan September, CEO SUITE kini mengoperasikan 19 pusat bisnis di sembilan kota di Asia, termasuk Beijing, Hanoi, Shanghai, Manila, Bangkok, Kuala Lumpur, dan Jakarta.

Beberapa klien korporat ternama CEO SUITE antara lain Deloitte, Ernst & Young, Samsung, dan POSCO.

Salah satu kunci keberhasilannya adalah mampu memenuhi tuntutan klien yang terus berubah.

“Perusahaan saat ini ingin menjangkau beberapa pasar Asia sekaligus dan mencari beragam layanan dari kami, mulai dari tenaga kerja dan pelaporan pajak hingga dekorasi interior,” kata Kim.

Keunggulan lain CEO SUITE dibandingkan pesaing kuat seperti Regus yang berbasis di London terletak pada pendekatannya yang disesuaikan dengan kebutuhan klien.

“Saya percaya ada pelanggan yang ingin membeli roti dari pembuat roti artisan kecil yang memfermentasi adonan dan menangani seluruh proses pemanggangan, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh jaringan toko roti raksasa,” kata Kim.

opp-office2

Karena alasan itulah, Kim telah menolak berbagai tawaran merger dan akuisisi. Ia tidak ingin memperluas portofolio bisnis perusahaan ke sektor lain.

“Beberapa investor menyarankan untuk meluncurkan firma konsultan bagi perusahaan rintisan (startup), hotel butik, atau spa mewah. Sebagian ingin berinvestasi di CEO SUITE, tetapi saya selalu menolak, karena dengan begitu kami tidak dapat mengambil keputusan secara mandiri dan mengejar keuntungan akan menjadi prioritas utama perusahaan,” kata Kim.

Keputusan terbarunya untuk membuka pusat di Parnas Tower, yang terletak di salah satu kawasan bisnis termahal di Seoul, sejalan dengan pendekatan jangka panjang ini.

“Seandainya saya punya investor, mereka akan bilang saya gila karena bertaruh besar di Seoul meskipun sentimen pasar sedang lesu,” kata Kim.

Sejauh ini, penilaiannya tidak pernah meleset; ke-19 pusat semuanya menghasilkan keuntungan. Dan tingkat hunian rata-rata pusat-pusat CEO SUITE mencapai 90 persen.

Tahun ini, total pendapatan CEO SUITE diperkirakan mencapai 45 miliar won (US$40 juta), dipimpin oleh operasinya di Tiongkok.

Perusahaan juga mulai melihat lebih banyak peluang di Timur Tengah, Meksiko, dan negara-negara Afrika. “Afrika dan Timur Tengah adalah kawasan di mana calon pelanggan kami sulit mendapatkan sumber daya dan informasi bisnis,” kata Kim.

Oleh Park Han-na (hnpark@heraldcorp.com)

 

Artikel asli – http://www.theinvestor.co.kr/view.php?ud=20160830000790