Dari Perempuan untuk Perempuan
Sebuah sesi minum teh sore di Fountain Lounge, Hotel Grand Hyatt, Jakarta, baru-baru ini digelar untuk menggalang dana pembangunan rumah bagi masyarakat miskin di Indonesia. Noni S.A. Pumomo, Group Executive Blue Bird Group, dengan dukungan rekannya, Marlene Setiyadi yang mewakili Humanity Indonesia, dan Mee Kim yang mewakili Kamar Dagang Korea di Jakarta, mempersembahkan acara amal tersebut dengan peragaan busana serta lelang berbagai lukisan dan produk rumah tangga.
Noni, tuan rumah acara “Women Built for Women”, mengatakan bahwa proyek ini membutuhkan sedikitnya Rp 375 juta untuk pembangunan pusat komunitas, rumah di Cilegon, dan pelatihan. Tujuan lainnya mencakup penyediaan bantuan bagi perempuan dan anak-anak kurang beruntung yang hidup di bawah garis kemiskinan di desa Grogol, Cilegon.
Saat ini, sedikitnya 13% rumah di desa Cilegon tidak memiliki fasilitas sanitasi, yang menjadi penyebab utama kematian anak-anak dan orang dewasa akibat diare, gangguan pernapasan, dan penyakit kulit. Program “Women Built for Women” berupaya mengatasi masalah kekurangan yang mendesak ini, dan juga bertujuan menyediakan sanitasi serta pasokan air bersih bagi komunitas-komunitas tersebut.
Mee Kim, yang juga Presiden sekaligus pemilik grup pusat bisnis CEO SUITE, telah bekerja sama dengan komunitas bisnis Korea Selatan di Indonesia untuk membantu mereka yang serba kekurangan dan kurang beruntung. “Komunitas Korea di Jakarta telah menyumbang sedikitnya Rp. 100 juta, dan kami optimistis dana yang memadai akan terus mengalir untuk menyelamatkan generasi ini,” ujarnya.
Menurut Noni, pemberdayaan perempuan yang sesungguhnya terwujud ketika perempuan mampu meningkatkan keterampilan mereka untuk menghidupi keluarga sendiri dan komunitas tempat mereka tinggal.
Marlene Setyadi, salah satu pelaksana proyek “Women Built for Women”, menargetkan pemberdayaan sedikitnya 80 perempuan di Bali dan Cilegon sebagai langkah awal.













