Skema pembayaran kembali baru di Singapura untuk membantu peminjam melunasi utang tanpa agunan

Jan 23, 2017

Skema pembayaran kembali baru yang bertujuan membantu nasabah yang terlilit utang berlebih untuk melunasi pinjaman tanpa agunan dari fasilitas seperti kartu kredit, pinjaman pribadi, dan cerukan (overdraft) akan diluncurkan Senin depan (23 Januari).

Berdasarkan skema baru ini, nasabah dapat menggabungkan seluruh saldo kredit tanpa agunannya di 14 bank ke dalam satu lembaga saja.

Artinya, bank yang mengelola DCP akan “mengambil alih” saldo terutang, biaya, dan bunga nasabah dari rekening-rekening yang dimilikinya di bank lain. Rekening-rekening tersebut kemudian akan dibekukan atau ditutup.
Skema ini akan menawarkan cara pembayaran yang praktis bagi peminjam untuk kebutuhan keuangan sehari-hari dan mencakup kredit tanpa agunan sebesar penghasilan satu bulan.

Skema pembayaran kembali baru ini melanjutkan Repayment Assistance Scheme (RAS) yang berakhir pada Desember 2015. RAS hanya menawarkan suku bunga lebih rendah dan jangka waktu pembayaran kembali delapan tahun untuk jumlah yang melebihi 12 kali penghasilan peminjam, sedangkan DCP akan mencakup seluruh saldo kredit tanpa agunan milik peminjam.

Sekitar 11.000 permohonan RAS telah diterima, dan 6.000 di antaranya disetujui hingga skema tersebut ditutup.

Referensi: www.channelnewsasia.com

23 Januari 2017