CEO Kepakkan Sayap ke Malaysia
Di tengah rendahnya kredibilitas masa depan bisnis Indonesia di mata dunia internasional, PT CEO SUITE justru mendapatkan kepercayaan dari luar negeri untuk membangun pusatnya di mancanegara. Pada 10 April, CEO melakukan soft opening cabang barunya di Menara Maxis, Kuala Lumpur, Malaysia. Penyedia kantor instan ini – dengan fasilitas lengkap seperti asisten kantor, internet pita lebar, dan layanan sekretaris – tumbuh dengan pesat.
Didirikan pada tahun 1997, CEO suite kini memiliki 3 pusat yang didukung oleh 35 manajer dan staf dwibahasa yang menawarkan lebih dari 150 kantor eksekutif dalam berbagai ukuran.
Menurut Mee Kim, presiden CEO SUITE, di tengah lesunya perekonomian saat ini, permintaan akan kantor instan terus meningkat. Hal ini terlihat di CEO, di mana 90 % kantornya telah terisi penuh. Ia menambahkan bahwa selain variasi produk yang fleksibel bagi pelanggan, fakta bahwa sebagian besar pesaing telah tutup juga turut membantu.
Tak diragukan lagi, ekspansi CEO ke Malaysia merupakan pencapaian yang luar biasa. Ini adalah pertama kalinya sebuah perusahaan kantor instan nasional dipercaya membuka cabang di luar negeri.
Meskipun persaingan ketat dan pasar di Malaysia sedang lesu, 25% dari 13 000 meter persegi ruang kantor telah dipesan pada minggu pertama. “Ini awal yang sangat baik bagi kami,” katanya dengan bangga.
Melihat antusiasme permintaan di Kuala Lumpur, CEO berencana kembali mengepakkan sayapnya ke kota-kota dan negara-negara lain. “Kami berharap dapat segera membuka di Bangkok dan Makati,” kata Kim dengan antusias. Meskipun CEO bersemangat mengepakkan sayap ke luar negeri, CEO tidak mengabaikan pasar domestik.
Menurut Kim, CEO siap berekspansi ke kota-kota lain seperti Surabaya, Bali, dan kota-kota lain di Indonesia. Jika hal ini terwujud, CEO akan berjaya di tengah kelesuan ekonomi ini. Terlebih lagi, karena alasan keamanan dan menurunnya aktivitas bisnis, banyak perusahaan asing menutup kantor perwakilan/cabangnya di Indonesia. Untuk melanjutkan aktivitas bisnisnya, mereka cenderung menggunakan kantor instan untuk sementara













