Investor Masih Berminat pada Kantor Instan
Investor Jepang dan Korea masih berminat menggunakan layanan kantor instan. Mee Kim, presiden direktur PT. Citra Eksekutip Otorita (CEO), menjelaskan bahwa tingkat hunian kantor instannya di Lantai 17 Gedung BEJ telah mencapai 70 % dan 100 % di Lantai 39 Wisma GKBI.
Adapun investor Amerika dan Singapura lebih memilih menunggu hingga Sidang Istimewa DPR/MPR sebelum memulai bisnis. “Investor Jepang itu sudah lama berada di sini dan mereka memiliki perencanaan bisnis jangka panjang. Bisnis akan tetap berjalan apa pun situasinya,” kata Mee Kim yang optimistis terhadap prospek kantor instan, karena biaya sewa kantor instan di Indonesia lebih rendah dibandingkan negara tetangga lainnya. Di CEO, kantor berukuran 4 x 4 yang lengkap dengan perabot hanya seharga US$ 500 per bulan, setengah dari harga kantor berukuran sama di Malaysia, atau tiga kali lebih murah daripada di Singapura, Waralaba
Mee Kim, yang memulai kantor instan pertamanya di Jakarta pada tahun 1997, telah mengembangkan bisnisnya ke Malaysia dengan membuka kantor seluas 13.000 meter persegi di Menara Maxis, Kuala Lumpur. “Tingkat huniannya 40 %. Tidak seperti cabang Jakarta yang kliennya perusahaan asing, sebagian besar penyewa di sana adalah perusahaan lokal,” Kantor instan sangat menarik bagi investor asing karena sifat layanannya yang memungkinkan klien menyewa kantor lengkap dengan perabot dan layanan kesekretariatan untuk jangka pendek













