Profil: Mee Kim

Apr 26, 2013

Keberhasilan setiap CEO SUITE (penyedia kantor berlayanan) di Jakarta, Kuala Lumpur, dan Singapura dalam banyak hal telah mendorong rencana ekspansi perusahaan, serta pembukaan pusat baru di Shanghai, Tiongkok, November lalu. Kita tidak bisa mengabaikan pencapaian CEO SUITE tanpa mengakui pendiri sekaligus presiden grup ini, Ibu Mee Kim.

 

Berdarah Korea, Mee Kim pertama kali memulai CEO SUITE di Gedung Bursa Efek Jakarta, Tower 2 di Lantai 17 – pada 1997 di Jakarta, ketika Indonesia dan semua perekonomian Asia lainnya sedang berusaha bertahan dari krisis keuangan. Meskipun banyak perusahaan besar gulung tikar, Mee Kim tetap mengambil langkah berani dengan mendirikan pusat bisnisnya sendiri, dengan sasaran utama perusahaan multinasional.

 

Dengan perpaduan yang tepat antara konsep yang baik dan manajemen yang cermat, CEO SUITE di bawah pimpinan Mee Kim, meski di masa sulit, tetap berhasil menyewakan seluruh ruangannya setelah dibuka. Seolah membuktikan bahwa selalu ada hikmah di balik setiap kesulitan, Mee Kim, meski di tengah ketidakstabilan ekonomi, mengulang kisah suksesnya di lantai 39 gedung GKBI dalam waktu yang relatif singkat setelah Bursa Efek Jakarta.

 

Menyadari bahwa ia mungkin telah menemukan formula yang berhasil, dan memanfaatkan kesempatan selagi besi masih panas – dalam 2 tahun berikutnya Mee Kim memperluas rencana ekspansinya hingga bermil-mil jauhnya ke Kuala Lumpur, lalu Singapura. “Dan November lalu, Shanghai!” ungkap Mee Kim.

 

Setelah menempuh perjalanan panjang dan berat, Mee Kim kini dengan bangga memiliki 5 pusat dengan tingkat hunian yang luar biasa tinggi di setiap pusatnya.

 

“Shanghai, dibandingkan dengan Indonesia atau Kuala Lumpur, adalah kota yang jauh lebih mahal dengan biaya sewa berkisar antara USD 1,000 hingga USD 5,000. Namun tentu saja, biaya sewa sangat ditentukan oleh ukuran kantor itu sendiri serta jenis fasilitas yang termasuk dan disediakan dalam paket,” jelas Mee Kim.