Apa Strategi Perekrutan Anda?

Dec 08, 2015
Apa Strategi Perekrutan Anda?

Oleh Reno Rafly, MS
CEO & Pendiri, Catalyst Global Consulting
www.cgcteam.com | @notepad

(New York, AS) – Salah merekrut karyawan sangat merugikan bisnis. Hal ini tidak hanya dapat merusak semangat kerja karyawan, tetapi juga dapat memicu budaya kerja yang buruk. Menurut studi CareerBuilder.com tahun 2012 tentang biaya perekrutan, 7 dari 10 bisnis pernah mengalami salah rekrut, dan 24% manajer menyatakan bahwa salah rekrut merugikan mereka hingga US$50.000 (CareerBuilder, 2012). Biaya tersebut terakumulasi dari rendahnya produktivitas, kekosongan posisi di antara perekrutan, waktu untuk melatih karyawan baru, hingga biaya peluang bisnis yang hilang.
Para pemimpin bisnis sering kali lalai mengembangkan strategi sumber daya manusia saat menyusun strategi bisnis. Kebiasaan umum untuk “serahkan saja pada HR” tidak lagi dapat diterima di era ketika talenta yang baik sulit ditemukan. Dengan para pesaing yang siap merebut pangsa pasar Anda dalam sekejap mata, Anda harus selangkah lebih maju dengan merekrut talenta terbaik. Memiliki strategi perekrutan yang baik dapat membuat perbedaan besar bagi produktivitas dan pertumbuhan bisnis Anda.

Berikut lima tips untuk membantu Anda mulai memikirkan strategi perekrutan Anda:
1. Pahami dengan jelas tujuan bisnis Anda
Ketika Anda memahami tujuan bisnis Anda, Anda akan lebih memahami keterampilan yang dibutuhkan dari tim Anda untuk mencapai tujuan tersebut.

2. Susun Analisis Kebutuhan Perekrutan
Analisis Kebutuhan Perekrutan (Hiring Needs Analysis/HNA) dapat membantu Anda menghimpun dan mendokumentasikan keterampilan dan pengetahuan yang saat ini ada di organisasi Anda, serta keterampilan yang akan Anda butuhkan. Selanjutnya, Anda dapat membuat posisi-posisi dan menempatkannya pada tingkat yang sesuai dalam struktur organisasi.

3. Buat deskripsi pekerjaan yang baik
Deskripsi pekerjaan yang jelas dan ringkas dapat menghemat waktu Anda berjam-jam dalam menyaring pelamar. Jelaskan secara rinci apa yang Anda cari dan persyaratan minimumnya. Pahami bahwa meskipun tampaknya baik merekrut seseorang dengan pengalaman 10 tahun dan gelar master, posisi tersebut mungkin tidak memerlukan kualifikasi setinggi itu. Bersikaplah realistis terhadap apa yang Anda butuhkan dan tingkat kompensasi yang dapat Anda berikan.

4. Rekrut berdasarkan sikap dan keterampilan
Rekrutlah orang-orang yang mencintai pekerjaannya dan ahli di bidangnya. Mereka adalah orang-orang yang tidak perlu dimotivasi; mereka senang mempelajari hal baru dan akan berusaha mencapai tujuan mereka dengan mendukung tujuan organisasi Anda. Anda dapat memberikan pelatihan tambahan untuk keterampilan yang mungkin Anda butuhkan di masa depan, tetapi Anda tidak dapat melatih sikap positif.

5. Ciptakan pengalaman rekrutmen yang baik
Ciptakan pengalaman yang baik bagi semua orang yang terlibat dalam proses ini. Ya, termasuk kandidat yang ditolak. Di era media sosial, kabar buruk menyebar dengan cepat, dan hal terakhir yang ingin Anda dengar setelah merayakan karyawan baru adalah seseorang menyebut perusahaan Anda dan menulis betapa buruknya proses rekrutmen Anda. Ingat, orang-orang ini berpotensi menjadi klien dan mitra bisnis Anda di masa depan, jadi bersikap baik dan hormat harus menjadi semboyan proses Anda.
Sampaikan pedoman ini kepada semua orang di organisasi Anda dan ambil peran utama dalam memastikan strategi perekrutan Anda menjadi titik balik bagi kualitas karyawan baru yang akan mendukung pertumbuhan bisnis Anda.