CEO SUITE hadir di Bangkok

Apr 26, 2013

CEO SUITE, penyedia kantor berlayanan, telah menginvestasikan US$ 2.5 juta untuk membuka sebuah pusat di Bangkok yang menjual layanan ruang kantor alih daya kepada perusahaan internasional yang berbisnis di Thailand. Pusat ini merupakan yang ke-10 di kawasan tersebut.

 

Perusahaan ini memiliki kontrak sewa selama tujuh tahun untuk area di lantai 23 Athenee Tower, yang dimiliki oleh TCC Capital Land. Seluruh area seluas 2,000 meter persegi tersebut dibagi menjadi 53 ruang kantor, satu ruang konferensi, dan area resepsionis, kata presiden sekaligus pemilik CEO SUITE, Mee Kim.

 

Kim, warga Korea Selatan yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang ini, meyakini bahwa para pelaku usaha saat ini lebih memilih kantor alih daya daripada membangun sendiri karena mereka menginginkan kemudahan dan lebih banyak waktu untuk berkonsentrasi hanya pada bisnis mereka.

 

Perusahaan ini memiliki tim manajemen senior dengan pengalaman sedikitnya 20 tahun di bisnis kantor berlayanan, dan akan menyediakan staf kantor, termasuk akuntan, pengacara, spesialis TI, sekretaris, dan resepsionis.

 

Kim menyebutkan bahwa Bill Gates dari Microsoft telah memilih untuk mengalihdayakan kantor perusahaannya. Selain Microsoft, Exxon Mobil, Dell Computer, Prada, dan BMW merupakan contoh perusahaan yang lebih memilih kantor alih daya, tambahnya.

 

“Kami akan membuat pelanggan merasa lebih mudah untuk memiliki kantor dan berbisnis di Thailand. Kami dapat menyediakan riset bisnis jika mereka menginginkannya. Saya sangat yakin bahwa inilah tren berbisnis di luar negeri. Dengan cara ini, mereka merasa mudah berbisnis di Thailand, dan jika mereka ingin pindah, hal itu tidak akan rumit bagi mereka”, ujarnya.

 

Perusahaan ini telah melengkapi perabot dan mendekorasi seluruh area kantor serta membangun infrastruktur dengan teknologi paling mutakhir. Saat ini, 20 persen dari area sewa telah terisi. Kim mengatakan.

 

“Tiga perusahaan internasional telah menyewa area kantor kami. Saya menerima respons yang baik dari klien, jadi saya memperkirakan seluruh ruang kantor akan tersewa dalam enam bulan,” katanya.

 

Kim memperkirakan pendapatan sebesar $2 juta per tahun dari bisnis di Thailand dan $20 juta dari seluruh cabang di Asia, termasuk Jakarta, Singapura, Kuala Lumpur, Shanghai, Beijing, dan Manila. Ia memperkirakan dibutuhkan sedikitnya tujuh tahun untuk mencapai titik impas di Thailand.

 

Perusahaan ini juga berencana membuka pusat di Vietnam dan Dubai.