Perusahaan Dot Com ke JSX
Memiliki kantor di jantung pusat bisnis Jakarta seperti Segitiga Emas (Gatot Subroto, Sudirman, Thamrin, dan Kuningan) akan meningkatkan prestise, citra, dan peluang bisnis perusahaan. Namun, merosotnya nilai rupiah telah memaksa banyak perusahaan memindahkan operasinya ke kawasan pinggiran seperti Jakarta Selatan. Kini ada kecenderungan perusahaan dotcom menyewa ruang kantor kecil di kantor berlayanan, yang berbeda dari kantor konvensional. Kantor berlayanan tidak hanya menawarkan ruang, tetapi juga fasilitas seperti perabot, internet, resepsionis atau sekretaris, bahkan ruang rapat.
Citra dan Fasilitas
Alasan Catcha.com memilih kantor berlayanan adalah karena “perusahaan masih beradaptasi dengan situasi di Indonesia,” kata Arif Hasan, Senior Technical Officer. “Kantor pusat di Singapura menilai kantor berlayanan ini cocok untuk Catcha. Alasan lainnya bersifat teknis, seperti fasilitas jalur Internet dengan bandwidth lebar dan serat optik, belum lagi faktor psikologis seperti menciptakan citra yang mengesankan dan kredibel.” E-Samsung menilai lokasi strategis, tempat bergengsi, dan fasilitas lengkap sebagai alasan mereka memilih kantor berlayanan, sementara Anto Ritonga, Chief Accounting Arus Nawala, mengakui bahwa selain lokasi, fasilitas memegang peranan penting dalam persaingan.
Kantor Instan dan Kantor Virtual
Sejak konsep kantor kecil terpadu ditemukan di Eropa dan AS, bisnis dapat dijalankan hanya dari satu ruangan kecil untuk satu orang. Konsep ini dibawa ke Indonesia pada tahun 1998 dan kantor instan pun bermunculan di sepanjang Gatot Subroto, Sudirman, Thamrin, dan Kuningan. Operator terbesarnya adalah PT. CEO SUITE, yang didirikan oleh Mee Kim. “Dengan fasilitas lengkap, asisten administrasi, dan peralatan kantor, penyewa cukup datang dan bekerja,” kata Jenny Tjendana, Director of Sales & Marketing CEO SUITE. Di CEO SUITE terdapat banyak perusahaan dotcom seperti Catcha, e-Samsung, Boleh net, Skybiz, Lycos Asia, dan MCI worldcom. Mendirikan dan menjalankan kantor instan di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil saat itu membutuhkan keberanian luar biasa, tetapi Mee Kim optimistis. Ia memiliki filosofi sederhana: di mana ada bahaya, di situ ada peluang. Kini kedua pusat CEO SUITE menikmati tingkat hunian yang tinggi: di lantai 39 gedung bergengsi GKBI dan di lantai 17 gedung terkemuka Bursa Efek Jakarta. CEO SUITE tak diragukan lagi merupakan pemimpin pasar dalam bisnis kantor instan ini.













