Mengekspor Kantor Instan

Mar 25, 2013

Siapa yang tidak ingin memiliki kantor di Kawasan Bisnis Terpadu Sudirman? Ruangannya modern, luas, dan nyaman, peralatannya berteknologi mutakhir dengan desain interior yang mencerminkan cita rasa estetika yang tinggi. Satu hal yang pasti: harganya mahal.

 

“Tidak,” begitu kata Mee Kim. Pemimpin CEO SUITE, warga negara Indonesia kelahiran Korea ini, punya jawabannya karena perusahaannya mengkhususkan diri dalam penyewaan ruang kantor yang lengkap dengan perabot dan fasilitas untuk penggunaan dengan jangka waktu fleksibel. Para penyewa cukup membayar dan langsung bekerja. Konsep kantor instan masuk ke Asia pada akhir 1989, sementara AS dan Eropa telah lebih dulu mengenal layanan semacam ini.

 

Yang membedakan kantor instan dengan kantor konvensional adalah pengaturan pembayarannya yang hanya memerlukan deposit satu bulan dan sewa satu bulan di muka, sedangkan di kantor konvensional penyewa harus membayar setidaknya satu tahun di muka, belum lagi biaya renovasi (lantai, dinding, dan listrik) atau pengadaan perabot (meja, kursi, dan peralatan lainnya). Kantor instan cocok untuk perusahaan asing yang baru masuk ke pasar Indonesia. Kombinasi lokasi strategis, alamat bergengsi, dan komunikasi akan menunjang bisnis.

 

Dengan modal 1 juta dolar, Mee Kim membuka CEO SUITE di Jakarta Stock Exchange Tower 2 sebelum krisis. Saat itu permintaan ruang kantor sedang tinggi dan para penyewa antre untuk menyewa kantor di sana. Ketika krisis melanda, banyak investor asing menutup bisnisnya dan kembali ke negara asalnya. Sebagian penyewa juga pergi. “Tetapi saya meyakinkan mereka untuk bertahan, karena kalau tidak, orang akan melupakan nama mereka ketika mereka memutuskan untuk membuka kembali usahanya.”

 

Krisis tidak menghalangi CEO untuk berkembang. Banyak perusahaan asing yang merampingkan bisnisnya dan pindah ke CEO, tempat mereka menyewa kantor yang lebih kecil untuk staf yang lebih sedikit. Itulah sebabnya Mee Kim dengan berani membuka satu lagi kantor instan lengkap pada akhir tahun 1999 di Wisma GKBI. Waktu berpihak pada CEO. Di tengah demonstrasi di kawasan tersebut, perusahaan-perusahaan dotcom yang baru lahir berdatangan ke CEO.

 

CEO kini menjadi kantor berlayanan terbesar di Jakarta, persis seperti yang diharapkan Mee Kim. Keunggulan lain menyewa ruang kantor di CEO adalah “layanan TI yang tak tertandingi,” kata Mee Kim. Semua sistem teknologi terbaru tersedia di sana. Krisis ekonomi yang sedang berlangsung tidak menghalangi CEO untuk berekspansi ke kota-kota besar lain di Asia, karena CEO tengah bersiap membuka cabang dan menjual waralaba ke Kuala Lumpur, Makaty City, Bangkok, dan Seoul.