CEO SUITE: Peluang Bisnis di Tengah Krisis

Apr 26, 2013

Kuartal terakhir 1997 boleh jadi merupakan periode terburuk aktivitas bisnis di Indonesia. Banyak bank tutup dan anjloknya nilai rupiah terhadap dolar membuat investor asing hengkang.

 

Di tengah kebangkrutan perbankan Indonesia dan situasi yang kacau, CEO SUITE didirikan. Yang membuat perusahaan baru ini berani mengambil risiko ketika pihak lain merampingkan bisnisnya adalah jenis layanan yang ditawarkannya: Kantor Instan. CEO SUITE menawarkan Kantor Instan Fisik dan Virtual yang memungkinkan klien memiliki nomor telepon sendiri dan layanan penerimaan telepon atas nama perusahaan klien. Di kantor fisik (200 perusahaan terdaftar sebagai klien, 99 % di antaranya perusahaan asing), klien menyewa ruang kantor lengkap dengan perabot, sedangkan di kantor virtual (100 klien, separuhnya ekspatriat), klien hanya menyewa alamat CEO, yang berlokasi di Kawasan Pusat Bisnis Jakarta. Kedua layanan memiliki akses ke layanan kesekretariatan.

 

Menurut Jenny, Director of Sales & Marketing, bisnis kantor instan selalu dapat berjalan, baik saat situasi ekonomi sedang baik maupun buruk. Jika situasi ekonomi memburuk, banyak perusahaan merampingkan bisnisnya untuk menekan pengeluaran, sedangkan saat situasi baik, investor asing datang dan membuka kantor perwakilan. Banyak di antara mereka yang akan memilih kantor instan.

 

Hal ini telah dibuktikan oleh ekspansi CEO SUITE. Setelah kantor di BEJ, perusahaan membuka cabang lain di Gedung GKBI di Jakarta. Cabang ketiga dibuka di Kuala Lumpur, Malaysia.

 

Berbicara tentang CEO SUITE tidak lengkap tanpa menyebut Mee Kim, pendiri sekaligus presiden CEO SUITE. Sebelumnya ia bekerja di sebuah penyedia kantor instan asal Australia yang tutup saat krisis. Menurut Mee Kim, perusahaan Australia tersebut memasuki pasar Asia dengan konsep manajemen ala Australia. “Saya melihat kesenjangan yang lebar antara harapan dan konsep mereka yang tidak dapat dipadukan. Ketika membuka bisnis sendiri, saya bertekad membangun perusahaan yang memahami pola pikir dan kondisi Asia.”

 

Ia mengakui sulitnya membangun perusahaan di tengah krisis, dan banyak yang meragukan perusahaan itu akan bertahan. “Kami berinvestasi lebih dari 1 juta dolar AS ketika nilainya masih Rp. 2000 per 1 USD,” Ia menyadari bahwa keuntungan akan butuh waktu lama untuk diperoleh, tetapi ia tetap optimistis. Biasanya keuntungan akan diperoleh dalam 2-3 tahun. Di masa krisis, dibutuhkan waktu 7-8 tahun. Kini pendapatan kotor tahunan CEO SUITE mencapai US$ 5 juta. Dengan 30 karyawan di Jakarta dan 10 orang di Kuala Lumpur, tim yang kecil ini produktif dan efisien. Selain tantangan, karyawan CEO mendapatkan pelatihan dan pendidikan tentang cara bersikap di lingkungan internasional karena sebagian besar kliennya adalah perusahaan internasional papan atas.

 

Feng shui dan teknologi tinggi

 

Untuk bertahan, CEO SUITE memiliki caranya sendiri. Bagi Mee Kim, yang terpenting dari semua yang ditawarkan CEO SUITE adalah kepuasan pelanggan. “Klien adalah segalanya,” katanya. Daya tarik utama CEO lainnya, tambah Jenny, adalah layanan yang dipersonalisasi.

 

Mee Kim menilai penurunan harga tidak selalu efektif. Pesaing lain menurunkan harga untuk menarik lebih banyak klien, tetapi tidak berhasil dan sebagian bahkan bangkrut.

 

CEO SUITE membangun kantornya dengan desain feng shui. Dengan penataan dan desain kantor yang berdasarkan kaidah feng shui, produktivitas diharapkan meningkat.

 

CEO mengembangkan teknologinya sendiri seperti perangkat lunak telepon, kantor virtual, dan akuntansi. “Kami percaya pada teknologi tinggi. Karena itu, kami terus mengembangkan infrastruktur kami. Inilah kunci bisnis jangka panjang,” jelas Mee Kim. Dengan mempekerjakan spesialis TI, layanan menjadi lebih baik dan lebih cepat. Untuk meningkatkan layanannya, CEO SUITE bekerja sama dengan Telkom dan Indosat dalam menyediakan fasilitas konferensi video. Dengan berbagai keunggulan tersebut, Mee Kim melihat tidak ada perusahaan lain yang dapat menyaingi CEO SUITE. “Saya yakin, CEO SUITE adalah pemimpin pasar.”

 

Fokus pada Asia

 

Kini CEO SUITE berafiliasi dengan sejumlah kantor berlayanan di New York, Silicon Valley, San Francisco, Seoul, Shanghai, Makati City, dan Singapura. Semua afiliasi bertujuan menawarkan kualitas layanan dan fasilitas yang serupa.

 

Rencana ekspansi mereka dalam waktu dekat mencakup Singapura, Makati City, Hong Kong, Seoul, dan Shanghai.